Akhir-akhir
ini saya lumayan sering bersinggungan dengan dunia wartawan. Mulai dari kenalan
sama wartawan, menulis historical mengenai wartawan, wawancarai wartawan (nah
lo..), sampai nonton film yang menceritakan tentang dunia wartawan. Sepele mungkin
bagi sebagian orang. Tapi ini punya arti besar buat saya pribadi. Seperti yang
sudah saya tuliskan sebelumnya, kalau saya sempat jalan-jalan ke dunia
wartawan, namun sepertinya saya malah lupa pulang, hehe. Malah ketagihan buat
terus jalan dan makin ingin tahu dunia ini.
Seujung,
kenapa cuma seujung? Saya yakin apa yang saya ketahui dari jalan-jalan kali ini
memang hanyalah seujung, dangkal, tidak banyak. Namun benar-benar sangat
berkesan.
Wartawan itu:
1. Berani :
penakut ga bisa menjadi wartawan. Harus berani, berani mengungkap kebenaran,
apapun halangannya wartawan harus selalu menemukan jalannya.
2. Berisiko
: Karena keberaniannya sudah pasti memiliki banyak risiko. Misalnya, saat
meliput berita mengenai musibah, mereka lah yang paling memiliki risiko besar. Saat
berita politik, mereka juga berisiko untuk bersinggungan dengan penguasa yang
tidak ingin keburukannya terungkap.
3. Cerdas :
Kalau yang satu ini sudah pasti. Wartawan biasanya tahu banyak hal, mengingat
momen- momen yang terjadi karena mereka harus up to date. Pengetahuan mereka
biasanya luas, kritis dan biasanya berpikiran tidak seperti orang pada umumnya,
karena mereka telah terlatih untuk menemukan celah dimana orang akan memperhatikan
berita yang mereka buat.
4. Cermat :
Teliti, lihat peluang bagaimana kita dapat wawancara dengan narasumber, dan
informasi apa yang akan disampaikan pada masyarakat.
5. Supel:
kalau jadi wartawan, musti supel. Entah itu dengan perempuan atau laki-laki kita
harus mudah bergaul dengan banyak orang dan rekan wartawan lainnya, dengan begitu informasi akan lebih
mudah didapatkan.
6. 24 jam :
memang sih.. untuk point yang satu ini ga semua wartawan stand by 24 jam. Namun,
kebanyakan dari wartawan mereka siaga 24 jam untuk meliput kejadian-kejadian
yang terjadi.
7. Jarang
mandi : Point ini juga tidak semua ya:D. Wartawan jarang mandi itu biasanya
jika sedang berjaga 24 jam di tempat-tempat yang ditentukan untuk mencari
berita. Misalnya di kantor polisi, depan gedung KPK, dan tempat lainnya.
8. Sarat
kepentingan : Ya, wartawan itu kan ujung dari informasi yang akan diberitakan. Biasanya
sering banget (bahkan sudah biasa) ada titipan dari banyak pihak untuk memoles
berita. Hal tersebut bisa saja dilakukan untuk menggiring opini masyarakat. Terlebih
pada berita-berita politik yang sedang ramai di Indonesia seperti saat ini.
9. Wartawan
amplop : nah, yang ini nih yang bahaya. Tapi banyak loh.., wartawan yang sesudah
meliput terima amplop. Membuat berita mengenai kebaikan melulu kerjaannya. Ideologinya
hilanglah sudah.
10. Keren :
kalau ini adalah pendapat pribadi saya. Terlepas mengenai hal buruk tentang
mereka, saya yakin di dunia ini khususnya di Indonesia masih terdapat wartawan
dengan jiwa wartawan yang sebenarnya. Menyampaikan informasi dan kebenaran pada
masyarakat, mereka itulah orang-orang keren
menurut saya :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar