Setiap bertemu keluarga besar pasti selalu ditanyai, bagaimana kuliahnya? Sudah selesai.
dan saat ini gue selalu menjawab, "Belum setahun lagi". Rasanya setahun terakhir ini adalah setahun yang penuh harap. Setahun dimana guee harus berpikir benar-benar mengenai bagaimana hidupku nantinya. Ke arah mana harus melangkah dan berjalan, gue sadar, bahwa sudah ada yang mengatur semua itu, di luar kemampuan manusia untuk merencanaknnya. Namun tetap saja pikiran-pikiran dan mimpi-mimpi gue akan turut andil untuk penentuan jalan hidup gue kelak nantinya.
Banyak orang yang menyarankan untuk langsung melanjutkan S2, terlebih jika ada beasiswa dari kampus untuk melanjutkan S2. Tapi...ada orang tua gue yang menunggu untuk gue bisa bekerja seperti teman-teman lainnya yang sudah bekerja lebih dulu. Mereka sudah bisa memberikan orang tuanya banyak hal, tapi gue? belum bisa memberikan apa-apa di tiga tahun terakhir ini, apa iya gue harus nambah waktu tunggu orang tua buat melihat gue kerja dan waktu tunggu dirisendiri untuk bisa memberikan banyak hal pada mereka?
inikah yang namanya galau?hehehe
inikah yang namanya hal-hal yang harus dipikirkan oleh orang dewasa?
Dulu, sewaktu SMP dan SMA gak pernah gue memikirkan hal ini.
Ku serahkan padamu, Allah ku. Mohon berikan barokahmu di setiap langkah yang akan ku tempuh.
8.02.2014
7.23.2014
Pelajaran di Penghujung Ramadhan
ini cerita tentang kisah gue, yang kalau diinget nanti pasti jadi lucu. tapi buat saat ini hal tersebut menjadi sangat menyebalkan sekali.
sebal plus bingung gue harus gimana.
kalau orang denger tentang ini pasti cuma akan geleng-geleng kepala, karena yang kami perkarakan adalah hanya sepeser uang.
dari awal, emang gue sedikit ragu sama orang tersebut, kita sebut aja namanya dengan Nona A. dia selalu cerita tentang kemewahan hidupnya dan bagaimana gaya hidupnya yang layaknya orang kaya. gue dan temen gue yang senasib cuma bisa manggut manggut kalau dia sedang menceritakan cerita panjangnya ke kita. dia adik kelas gue, kalau gak salah dua tahun di bawah gue,, tapi entah kenapa sepertinya dia lebih berani ketimbang gue. oke kembali ke gaya hidup Nona A, cerita yang biasanya ia jajakan tiap harinya membuat kami berpikir kalau ia merupakan anak kaya yang hanya numpang kerja dan numpang buang waktu di tempat bekerja gue dan temen-temen gue.
tapi entah kenapa, dari awal gue gak terlalu suka sama dia. pertama dia cerita, oke. tapi kedua dan seterusnya gue anggep dia terlalu pamer.
dan, gak tau semenjak kapan. gue mulai ragu sama omongan omongannya.
berlanjut ke kasus saat ini,
tiba-tiba gue dan temen gue kehilangan kontaknya yang seharusnya dia bisa dihubungi untuk ditanyai masalah transfer gajih kita yang gak seberapa itu. tapi suer, ini bener-bener mencurigakan. gimana enggak. tiba-tiba dia ngehilang, dan gak ada kabar. gue dengan temen gue ini akhirnya heboh lah nyariin dia, karena berhubung ada perlu juga dengan uang yang akan ditransfer ini.
setelah dua hari kita suudzon dan nebak yang enggak enggak, dia muncul. ngasih kabar kalau hapenya rusak dan ga bisa hubungi gue.
disitu gue mikir, oooh...hape rusak toh?
malu lah gue, heboh gara-gara transferan itu.
dan intinya, gue ambil pelajaran dari kejadian dua hari ini. suudzon, dibalut apapun itu, pastinya akan merugikan, baik bagi orang yang dituju atau orang yang menaruh curiga.
terlepas dari omongannya tentang hidupnya, atau perasaan gue yang masih janggal sama alasan haenya rusak. gue harus buang jauh-jauh pikiran buruk di otak. dan belajar buat bersikap husnudzon (berprasangka baik).
By the way. walaupun gue agak sentimen sama Nona A ini, makasih karena dia udah ngasih pelajaran berharga buat gak berprasangka buruk sama orang, dan belajar untuk meminta maaf karena kesalahan yang gue buat.
Ya Allah jangan lepaskan kami dari rahmat-Mu, dan jangan lepaskan kami dari petunjuk-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Dzat yang maha sempurna.
sebal plus bingung gue harus gimana.
kalau orang denger tentang ini pasti cuma akan geleng-geleng kepala, karena yang kami perkarakan adalah hanya sepeser uang.
dari awal, emang gue sedikit ragu sama orang tersebut, kita sebut aja namanya dengan Nona A. dia selalu cerita tentang kemewahan hidupnya dan bagaimana gaya hidupnya yang layaknya orang kaya. gue dan temen gue yang senasib cuma bisa manggut manggut kalau dia sedang menceritakan cerita panjangnya ke kita. dia adik kelas gue, kalau gak salah dua tahun di bawah gue,, tapi entah kenapa sepertinya dia lebih berani ketimbang gue. oke kembali ke gaya hidup Nona A, cerita yang biasanya ia jajakan tiap harinya membuat kami berpikir kalau ia merupakan anak kaya yang hanya numpang kerja dan numpang buang waktu di tempat bekerja gue dan temen-temen gue.
tapi entah kenapa, dari awal gue gak terlalu suka sama dia. pertama dia cerita, oke. tapi kedua dan seterusnya gue anggep dia terlalu pamer.
dan, gak tau semenjak kapan. gue mulai ragu sama omongan omongannya.
berlanjut ke kasus saat ini,
tiba-tiba gue dan temen gue kehilangan kontaknya yang seharusnya dia bisa dihubungi untuk ditanyai masalah transfer gajih kita yang gak seberapa itu. tapi suer, ini bener-bener mencurigakan. gimana enggak. tiba-tiba dia ngehilang, dan gak ada kabar. gue dengan temen gue ini akhirnya heboh lah nyariin dia, karena berhubung ada perlu juga dengan uang yang akan ditransfer ini.
setelah dua hari kita suudzon dan nebak yang enggak enggak, dia muncul. ngasih kabar kalau hapenya rusak dan ga bisa hubungi gue.
disitu gue mikir, oooh...hape rusak toh?
malu lah gue, heboh gara-gara transferan itu.
dan intinya, gue ambil pelajaran dari kejadian dua hari ini. suudzon, dibalut apapun itu, pastinya akan merugikan, baik bagi orang yang dituju atau orang yang menaruh curiga.
terlepas dari omongannya tentang hidupnya, atau perasaan gue yang masih janggal sama alasan haenya rusak. gue harus buang jauh-jauh pikiran buruk di otak. dan belajar buat bersikap husnudzon (berprasangka baik).
By the way. walaupun gue agak sentimen sama Nona A ini, makasih karena dia udah ngasih pelajaran berharga buat gak berprasangka buruk sama orang, dan belajar untuk meminta maaf karena kesalahan yang gue buat.
Ya Allah jangan lepaskan kami dari rahmat-Mu, dan jangan lepaskan kami dari petunjuk-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Dzat yang maha sempurna.
6.07.2014
Percaya
Dan, akhir-akhir ini sering kali saya melihat pola-pola pikiran mahasiswa yang sangat kebingungan. termasuk juga saya. kalau ditanya mengapa?
saya tidak begitu tahu jawaban dari mahasiswa lainnya, yang punya cerita dan rasa yang sama. namun jika pertanyaan itu ditanyakan pada saya, maka sebenarnya saya sudah sangat mengetahui jawabannya.
karena sebenarnya, saya bingung karena saya tidak tahu, saya tidak tahu karena saya tidak membaca dan mencari tahu, saya tidak membaca karena saya malas, dan saya malas salah satu faktornya juga adalah dengan percaya diri akan pertanggung jawaban atas sesuatu yang saya pikirkan.
pemikiran ini saya dapatkan saat di tengah proses pembelajaran. saya sadar kesalahan saya, namun sulit untuk bisa memperbaikinya.
heuh...menit ini saya makin bingung. kami takut, takut untuk menjadi rajin, takut untuk menjadi berbeda. takut untuk menjawab pertanyaan, karena kami takut salah.
dan, kami juga takut percaya, percaya dengan pendirian kami.
saya tidak begitu tahu jawaban dari mahasiswa lainnya, yang punya cerita dan rasa yang sama. namun jika pertanyaan itu ditanyakan pada saya, maka sebenarnya saya sudah sangat mengetahui jawabannya.
karena sebenarnya, saya bingung karena saya tidak tahu, saya tidak tahu karena saya tidak membaca dan mencari tahu, saya tidak membaca karena saya malas, dan saya malas salah satu faktornya juga adalah dengan percaya diri akan pertanggung jawaban atas sesuatu yang saya pikirkan.
pemikiran ini saya dapatkan saat di tengah proses pembelajaran. saya sadar kesalahan saya, namun sulit untuk bisa memperbaikinya.
heuh...menit ini saya makin bingung. kami takut, takut untuk menjadi rajin, takut untuk menjadi berbeda. takut untuk menjawab pertanyaan, karena kami takut salah.
dan, kami juga takut percaya, percaya dengan pendirian kami.
5.25.2014
"UNIK"
Semua individu itu dilahirkan unik, berbeda satu sama lain. Gak akan ada yang persis sama, bahkan sekalipun jika mereka saudara kembar. Unik itu suatu anugerah, hal yang harus disyukuri, dipandang sebagai ciri bukan sebagai kekurangan yang menghasilkan celah untuk mencela.
Pola pikir, imajinasi, perilaku dan segala hal yang ada dalam diri seseorang merupakan hal yang dimaklumi keadaannya, karena semua tak akan berjalan sesuai dengan aturan dan standar yang ada. Akan ada kelompok kecil ataupun serempak yang menjauh dari garis sistem tersebut dan kemudian membentuk garis yang dapat dikatakan "UNIK"
Permasalahannya bukanlah pada sisi unik itu sendiri, namun bagaimana kita dapat menerima keunikan tersebut sebagai sesuatu, bukan kekurangan ataupun keburukan.
Itulah mengapa manusia harus sering-sering belajar banyak hal. Karena terkadang hal sepele seperti ini saja sangat sulit untuk diaplikasikan ke dalam selipan-selipan cerita kehidupan.
3.26.2014
Sahabatku, Alam dan Bencana
Video keadaan Kota Serambi Mekkah,
Aceh sesaat setelah diporanda-porandakan oleh terjangan dahsyat tsunami selalu sukses
membuat saya menangis membayangkan, bagaimana jika saya adalah salah satu orang
yang mengalami dan berada di sana? Mungkin terdengar agak melankolis, karena tsunami
ternyata sudah berlalu lumayan lama. Namun, ingatan akan bagaimana bencana
tersebut membuat Aceh menangis, bahkan indonesia menangis masih sangat terbekas
di ingatan. Melihat bagaimana anak-anak yang menangis di tinggal orang tuanya,
istri yang ditinggal suaminya, dan banyak orang kehilangan harta benda, mereka
terpisah dan mereka tak tahu apa yang harus dilakukan. Walaupun Indonesia ini
sudah sering menghadapi berbagai bencana, namun dalam setiap bencana yang
datang terdapat cerita pilu di sana, dan tsunami di Aceh, menurut saya adalah
bencana yang paling memilukan.
![]() |
| sumber:www.soloblitz.co.id |
Indonesia mengagumkan, semua pun tahu
itu. Gunung-gunung menjulang tinggi, indah, dan selalu menjadi wisata favorit
banyak orang. Laut biru nan luas menyimpan berjuta kekayaan dan pesonanya, dan
masih banyak lagi yang bisa membuat kita tak berhenti berdecak kagum akan
ciptaan Tuhan di tanah negeri kita ini. Namun, di samping semua itu, Indonesia
tak pernah lepas dari lingkaran bencana, seperti gunung berapi yang semula
mengagumkan bisa saja tiba-tiba menjadi menakutkan dengan tumpahan lava
panasnya. Laut yang tenang, tiba-tiba saja bisa menjadi mengerikan dengan
terjangan tsunaminya.
Apakah Tuhan marah? Pertanyaan itu yang sering dikaitkan dengan berbagai bencana yang datang. Dan yang sering saya dengar juga dari banyak orang tua, mereka bilang, “Mungkin bumi kita ini sudah tua, sudah terlalu lelah untuk menopang manusia-manusia di atasnya. Jadi mereka mengeluarkan bencana yang tidak ada habisnya”. Apa iya? Setiap pendapat mungkin saja benar, terlepas dari anggapan tersebut, jika dilihat dari geografisnya Indonesia berada pada dua lempengan tektonik dunia sehingga sangat rawan terhadap bencana seperti gempa bumi yang disusul tsunami, letusan gunung berapi serta longsor dan bencana alam lainnya.
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Jawabannya sudah pasti adalah berdoa pada Yang Maha Kuasa, karena apapun yang
terjadi di muka bumi ini atas kehendak-Nya. Tidak hanya itu, kita juga harus
mencoba mengakrabkan diri dengan bencana. Kenali mereka, dan bersahabat dengan
mereka. Loh, kenapa? Karena itulah salah satu jalan untuk bertahan. Kita ambil
contoh, negara Jepang yang sangat sering mengalami gempa bumi, mereka sudah
sangat akrab dan mempelajari apa yang harus dilakukan jika gempa bumi terjadi.
Cara bagaimana menyelamatkan diri, juga rumah-rumah yang didesain untuk tahan
terhadap gempa. Kita pun harus seperti mereka, pemerintah sudah mulai untuk
membuat program tanggap akan bencana. Tinggal kita saja yang harus mendukung
program-program tersebut.
Tau gak sih? Indonesia saat ini sudah
mempunyai Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan
Bencana Daerah di tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota, juga sudah tersusunnya
Rencana nasional Penanggulangan Bencana (210-2014) dan Rencana Aksi Nasional
Pengurangan Risiko Bencana (2010-2012). Gak hanya dalam penanggualangannya
saja, untuk pencegahannya pun sudah dibangun Sistem peringatan dini untuk
berbagai ancaman, seperti sistem peringatan dini tsunami (INATEWS), gunung
meletus, banjir, dan tanah longsor. Semoga dengan sistem peringatan dini ini
bisa mengurangi jumlah korban jiwa dalam bencana yang datang. Amin....
Gak hanya dalam lingkup Nasional,
Indonesia juga berpartisipasi dalam kampanye global “One millon safe school and hospital” , yaitu sejumlah 13.500
sekolah dan 133 rumah sakit di Indonesia menjadi sekolah dan rumah sakit yang
aman dari bencana. Indonesia juga sebagai laboratorium untuk penaggulangan
bencana telah menjadi referensi bagi negara lain, delegasi dari negara lain
datang untuk belajar mengenai kemajuan/ capaian Indonesia dalam penanggulangan
bencana. Wah...negara lain saja datang ke Indonesia untuk belajar
penanggulangan bencana, kita sebagai warga negara Indonesia juga jangan mau
kalah untuk mempelajarinya.
Di tengah
bencana yang ada, satu lagi yang bisa buat kita bangga, yaitu Indonesia
mendapat apresiasi dunia yang diwujudkan dalam bentuk penghargaan Global Champion for Disaster Risk Reduction
(DRR) dari Sekretaris Jendeal PBB Ban Ki-Moon. Presiden SBY adalah tokoh
pertama di dunia yang dianugerahi Global
Champion oleh PBB dalam rangka Pengurangan Resiko Bencana (PBR) sebagai
priorias nasional pasca terjadinya tsunami yang melanda Asia pada 26 Desember
2004.
Ternyata benar selain kita harus
berdoa untuk keselamatan bersama, kita juga harus mencoba bersahabat dengan
bencana. Jangan hanya mengeluh tanpa berusaha, dan hanya diam menunggu apa yang
akan terjadi dan apa yang akan alam lakukan pada kita. Namun, hal yang juga tak
kalah penting untuk diingat adalah, bencana tak hanya datang dari alam,
terkadang kitapun bisa menjadi pemicunya, jadi apa salahnya jika selain kita
mencoba mengenal bencana, kitapun mencoba bersahabat dan baik terhadap alam.
Punya banyak sahabat, akan lebih baik bukan?
3.18.2014
Batas
3.17.2014
Ikanpun bisa Go Internasional
![]() |
| Sumber: inspirasibangsa.com |
Laut, jika dengar kata laut banyak
yang akan terbayangkan di pikiran kita. Mulai dari keindahan pantainya, wisata
bawah lautnya, sampai kekayaan yang ada di dalamnya. Kalau saya sih...pasti
akan langsung terbayang makanan. Loh, kenapa?
Karena laut menyimpan berjuta makanan. Masih belum bisa
menebak juga makanan apa? Biar saya kasih tahu. Berjuta-juta macam ikan yang
ada di laut itu pastinya sudah akrab di lidah kita kan.., juga udang, dan
banyak lagi seafood lainnya yang bisa
buat perut kita merasa lapar seketika.
Saya jadi teringat
dengan salah satu pantai favorit saya. Pantai itu menjadi favorit bukan karena keindahannya.
Karena sepertinya pantai itu tidak terlalu diurus oleh pemerintah setempat,
jadi jika bicara indah pasti akan jauh dengan pantai-pantai wisata lainnya,
Pantai Kuta misalnya. Pantai tersebut berada di wilayah pantura, dan setiap
saya datang ke pantai itu saya langsung merasa lapar. Hasrat saya memaksa untuk
segera memesan ikan bakar, juga cumi bakar, ditambah dengan es kelapa hijau
yang segar. Nyam nyam nyam... itulah
kenapa saya cinta sekali dengan pantai ini.
Pernah sesekali di tengah suapan terakhir saya memakan ikan
bakar, terlintas pikiran bahwa Indonesia itu kaya sekali ya. Semuanya lengkap
disini, terutama kekayaan lautnya. Buktinya Indonesia dikenal sebagai negara
maritim di dunia, yang memiliki 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang
81.000 km sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di
dunia. Wah... pantai sepanjang itu, pasti banyak sekali tempat-tempat makan yang
menyediakan seafood seperti tempat favorit
saya ini.
Laut yang sangat luas dengan kekayaan laut yang melimpah. Nikmat
yang sungguh tidak bisa kita abaikan begitu saja. Untungnya, pemerintahan di
masa Pemerintah Presiden SBY ini, potensi kelautan dan perikanan terus
dikembangkan dengan leading sektor
Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dan ternyata hasilnya sangat memuaskan
loh...peningkatan produksi ikan meningkat 100% lebih, dari sebelumnya pada
tahun 2004 mencapai 6,1 juta ton menjadi 15,26 juta ton pada tahun 2012.
Jika saya bersenang-senang ria memakan ikan hasil tangkapan nelayan
Indonesia, pikiran saya mulai jahil
bertanya apakah ikan yang dimakan Taylor
Swift di sana juga hasil tangkapan nelayan Indonesia? Dan jawabannya bisa jadi
saya dan Taylor Swift makan ikan yang asalnya sama. Karena ternyata pada
periode 2004-2013, pertumbuhan nilai ekspor perikanan rata-rata tumbuh 3,9
persen. Peningkatan nilai ekspor ini juga tidak lepas dari peran KKP untuk
menambah nilai pengolahan ikan (add value).
Berbagai jenis komoditi ikan yang menjadi unggulan antara lain udang, tuna,
cakalang, tongkol dan ikan hias.
Selain itu, ikan indonesia dipasarkan di 20 negara yang
diantaranya adalah Amerika Serikat. So,
mungkin saja para artis Hollywood itu
memakan ikan hasil kekayaan laut Indonesia. Wah..ikan Indonesia ternyata sudah Go
Internasional loh...
Langganan:
Postingan (Atom)


