8.02.2014

Lanjut Atau Sudahi??

Setiap bertemu keluarga besar pasti selalu ditanyai, bagaimana kuliahnya? Sudah selesai.
dan saat ini gue selalu menjawab, "Belum setahun lagi". Rasanya setahun terakhir ini adalah setahun yang penuh harap. Setahun dimana guee harus berpikir benar-benar mengenai bagaimana hidupku nantinya. Ke arah mana  harus melangkah dan berjalan, gue sadar, bahwa sudah ada yang mengatur semua itu, di luar kemampuan manusia untuk merencanaknnya. Namun tetap saja pikiran-pikiran dan mimpi-mimpi gue akan turut andil untuk penentuan jalan hidup gue kelak nantinya.
Banyak orang yang menyarankan untuk langsung melanjutkan S2, terlebih jika ada beasiswa dari kampus untuk melanjutkan S2. Tapi...ada orang tua gue yang menunggu untuk gue bisa bekerja seperti teman-teman lainnya yang sudah bekerja lebih dulu. Mereka sudah bisa memberikan orang tuanya banyak hal, tapi gue? belum bisa memberikan apa-apa di tiga tahun terakhir ini, apa iya gue harus nambah waktu tunggu orang tua buat melihat gue kerja dan waktu tunggu dirisendiri untuk bisa memberikan banyak hal pada mereka?
inikah yang namanya galau?hehehe
inikah yang namanya hal-hal yang harus dipikirkan oleh orang dewasa?
Dulu, sewaktu SMP dan SMA gak pernah gue memikirkan hal ini.
Ku serahkan padamu, Allah ku. Mohon berikan barokahmu di setiap langkah yang akan ku tempuh.

7.23.2014

Pelajaran di Penghujung Ramadhan

ini cerita tentang kisah gue, yang kalau diinget nanti pasti jadi lucu. tapi buat saat ini hal tersebut menjadi sangat menyebalkan sekali.
sebal plus bingung gue harus gimana.
kalau orang denger tentang ini pasti cuma akan geleng-geleng kepala, karena yang kami perkarakan adalah hanya sepeser uang.

dari awal, emang gue sedikit ragu sama orang tersebut, kita sebut aja namanya dengan Nona A. dia selalu cerita tentang kemewahan hidupnya dan bagaimana gaya hidupnya yang layaknya orang kaya. gue dan temen gue yang senasib cuma bisa manggut manggut kalau dia sedang menceritakan cerita panjangnya ke kita. dia adik kelas gue, kalau gak salah dua tahun di bawah gue,, tapi entah kenapa sepertinya dia lebih berani ketimbang gue. oke kembali ke gaya hidup Nona A, cerita yang biasanya ia jajakan tiap harinya membuat kami berpikir kalau ia merupakan anak kaya yang hanya numpang kerja dan numpang buang waktu di tempat bekerja gue dan temen-temen gue.
tapi entah kenapa, dari awal gue gak terlalu suka sama dia. pertama dia cerita, oke. tapi kedua dan seterusnya gue anggep dia terlalu pamer.
dan, gak tau semenjak kapan. gue mulai ragu sama omongan omongannya.

berlanjut ke kasus saat ini,
tiba-tiba gue dan temen gue kehilangan kontaknya yang seharusnya dia bisa dihubungi untuk ditanyai masalah transfer gajih kita yang gak seberapa itu. tapi suer, ini bener-bener mencurigakan. gimana enggak. tiba-tiba dia ngehilang, dan gak ada kabar. gue dengan temen gue ini akhirnya heboh lah nyariin dia, karena berhubung ada perlu juga dengan uang yang akan ditransfer ini.

setelah dua hari kita suudzon dan nebak yang enggak enggak, dia muncul. ngasih kabar kalau hapenya rusak dan ga bisa hubungi gue.

disitu gue mikir, oooh...hape rusak toh?
malu lah gue, heboh gara-gara transferan itu.

dan intinya, gue ambil pelajaran dari kejadian dua hari ini. suudzon, dibalut apapun itu, pastinya akan merugikan, baik bagi orang yang dituju atau orang yang menaruh curiga.
terlepas dari omongannya tentang hidupnya, atau perasaan gue yang masih janggal sama alasan haenya rusak. gue harus buang jauh-jauh pikiran buruk di otak. dan belajar buat bersikap husnudzon (berprasangka baik).

By the way. walaupun gue agak sentimen sama Nona A ini, makasih karena dia udah ngasih pelajaran berharga buat gak berprasangka buruk sama orang, dan belajar untuk meminta maaf karena kesalahan yang gue buat.

Ya Allah jangan lepaskan kami dari rahmat-Mu, dan jangan lepaskan kami dari petunjuk-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Dzat yang maha sempurna.

6.07.2014

Percaya

Dan, akhir-akhir ini sering kali saya melihat pola-pola pikiran mahasiswa yang sangat kebingungan. termasuk juga saya. kalau ditanya mengapa?
saya tidak begitu tahu jawaban dari mahasiswa lainnya, yang punya cerita dan rasa yang sama. namun jika pertanyaan itu ditanyakan pada saya, maka sebenarnya saya sudah sangat mengetahui jawabannya.
karena sebenarnya, saya bingung karena saya tidak tahu, saya tidak tahu karena saya tidak membaca dan mencari tahu, saya tidak membaca karena saya malas, dan saya malas salah satu faktornya juga adalah dengan percaya diri akan pertanggung jawaban atas sesuatu yang saya pikirkan.

pemikiran ini saya dapatkan saat di tengah proses pembelajaran. saya sadar kesalahan saya, namun sulit untuk bisa memperbaikinya.

heuh...menit ini saya makin bingung. kami takut, takut untuk menjadi rajin, takut untuk menjadi berbeda. takut untuk menjawab pertanyaan, karena kami takut salah.

dan, kami juga takut percaya, percaya dengan pendirian kami.


5.25.2014

"UNIK"

Semua individu itu dilahirkan unik, berbeda satu sama lain. Gak akan ada yang persis sama, bahkan sekalipun jika mereka saudara kembar. Unik itu suatu anugerah, hal yang harus disyukuri, dipandang sebagai ciri bukan sebagai kekurangan yang menghasilkan celah untuk mencela. 

Pola pikir, imajinasi, perilaku dan segala hal yang ada dalam diri seseorang merupakan hal yang dimaklumi keadaannya, karena semua tak akan berjalan sesuai dengan aturan dan standar yang ada. Akan ada kelompok kecil ataupun serempak yang menjauh dari garis sistem tersebut dan kemudian membentuk garis yang dapat dikatakan "UNIK"

Permasalahannya bukanlah pada sisi unik itu sendiri, namun bagaimana kita dapat menerima keunikan tersebut sebagai sesuatu, bukan kekurangan ataupun keburukan. 
Itulah mengapa manusia harus sering-sering belajar banyak hal. Karena terkadang hal sepele seperti ini saja sangat sulit untuk diaplikasikan ke dalam selipan-selipan cerita kehidupan.

3.26.2014

Sahabatku, Alam dan Bencana

Video keadaan Kota Serambi Mekkah, Aceh sesaat setelah diporanda-porandakan oleh terjangan dahsyat tsunami selalu sukses membuat saya menangis membayangkan, bagaimana jika saya adalah salah satu orang yang mengalami dan berada di sana? Mungkin terdengar agak melankolis,  karena tsunami ternyata sudah berlalu lumayan lama. Namun, ingatan akan bagaimana bencana tersebut membuat Aceh menangis, bahkan indonesia menangis masih sangat terbekas di ingatan. Melihat bagaimana anak-anak yang menangis di tinggal orang tuanya, istri yang ditinggal suaminya, dan banyak orang kehilangan harta benda, mereka terpisah dan mereka tak tahu apa yang harus dilakukan. Walaupun Indonesia ini sudah sering menghadapi berbagai bencana, namun dalam setiap bencana yang datang terdapat cerita pilu di sana, dan tsunami di Aceh, menurut saya adalah bencana yang paling memilukan.
sumber:www.soloblitz.co.id

Indonesia mengagumkan, semua pun tahu itu. Gunung-gunung menjulang tinggi, indah, dan selalu menjadi wisata favorit banyak orang. Laut biru nan luas menyimpan berjuta kekayaan dan pesonanya, dan masih banyak lagi yang bisa membuat kita tak berhenti berdecak kagum akan ciptaan Tuhan di tanah negeri kita ini. Namun, di samping semua itu, Indonesia tak pernah lepas dari lingkaran bencana, seperti gunung berapi yang semula mengagumkan bisa saja tiba-tiba menjadi menakutkan dengan tumpahan lava panasnya. Laut yang tenang, tiba-tiba saja bisa menjadi mengerikan dengan terjangan tsunaminya.

Apakah Tuhan marah? Pertanyaan itu yang sering dikaitkan dengan berbagai bencana yang datang. Dan yang sering saya dengar juga dari banyak orang tua, mereka bilang, “Mungkin bumi kita ini sudah tua, sudah terlalu lelah untuk menopang manusia-manusia di atasnya. Jadi mereka mengeluarkan bencana yang tidak ada habisnya”. Apa iya? Setiap pendapat mungkin saja benar, terlepas dari anggapan tersebut, jika dilihat dari geografisnya Indonesia berada pada dua lempengan tektonik dunia sehingga sangat rawan terhadap bencana seperti gempa bumi yang disusul tsunami, letusan gunung berapi serta longsor dan bencana alam lainnya.
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Jawabannya sudah pasti adalah berdoa pada Yang Maha Kuasa, karena apapun yang terjadi di muka bumi ini atas kehendak-Nya. Tidak hanya itu, kita juga harus mencoba mengakrabkan diri dengan bencana. Kenali mereka, dan bersahabat dengan mereka. Loh, kenapa? Karena itulah salah satu jalan untuk bertahan. Kita ambil contoh, negara Jepang yang sangat sering mengalami gempa bumi, mereka sudah sangat akrab dan mempelajari apa yang harus dilakukan jika gempa bumi terjadi. Cara bagaimana menyelamatkan diri, juga rumah-rumah yang didesain untuk tahan terhadap gempa. Kita pun harus seperti mereka, pemerintah sudah mulai untuk membuat program tanggap akan bencana. Tinggal kita saja yang harus mendukung program-program tersebut.
Tau gak sih? Indonesia saat ini sudah mempunyai Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota, juga sudah tersusunnya Rencana nasional Penanggulangan Bencana (210-2014) dan Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (2010-2012). Gak hanya dalam penanggualangannya saja, untuk pencegahannya pun sudah dibangun Sistem peringatan dini untuk berbagai ancaman, seperti sistem peringatan dini tsunami (INATEWS), gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. Semoga dengan sistem peringatan dini ini bisa mengurangi jumlah korban jiwa dalam bencana yang datang. Amin....
Gak hanya dalam lingkup Nasional, Indonesia juga berpartisipasi dalam kampanye global “One millon safe school and hospital” , yaitu sejumlah 13.500 sekolah dan 133 rumah sakit di Indonesia menjadi sekolah dan rumah sakit yang aman dari bencana. Indonesia juga sebagai laboratorium untuk penaggulangan bencana telah menjadi referensi bagi negara lain, delegasi dari negara lain datang untuk belajar mengenai kemajuan/ capaian Indonesia dalam penanggulangan bencana. Wah...negara lain saja datang ke Indonesia untuk belajar penanggulangan bencana, kita sebagai warga negara Indonesia juga jangan mau kalah untuk mempelajarinya.
            Di tengah bencana yang ada, satu lagi yang bisa buat kita bangga, yaitu Indonesia mendapat apresiasi dunia yang diwujudkan dalam bentuk penghargaan Global Champion for Disaster Risk Reduction (DRR) dari Sekretaris Jendeal PBB Ban Ki-Moon. Presiden SBY adalah tokoh pertama di dunia yang dianugerahi Global Champion oleh PBB dalam rangka Pengurangan Resiko Bencana (PBR) sebagai priorias nasional pasca terjadinya tsunami yang melanda Asia pada 26 Desember 2004.

Ternyata benar selain kita harus berdoa untuk keselamatan bersama, kita juga harus mencoba bersahabat dengan bencana. Jangan hanya mengeluh tanpa berusaha, dan hanya diam menunggu apa yang akan terjadi dan apa yang akan alam lakukan pada kita. Namun, hal yang juga tak kalah penting untuk diingat adalah, bencana tak hanya datang dari alam, terkadang kitapun bisa menjadi pemicunya, jadi apa salahnya jika selain kita mencoba mengenal bencana, kitapun mencoba bersahabat dan baik terhadap alam. Punya banyak sahabat, akan lebih baik bukan?

3.18.2014

Batas


Dan aku adalah orang yang sangat suka dengan batas.
Hanya beberapa orang saja yang bisa melewatinya.
Jadi sebaiknya tolong jaga sikapmu,
dan lihat keberadaanmu.
Karna bisa saja kau lupa dan melewati batas yang sudah ku buat.

3.17.2014

Ikanpun bisa Go Internasional

Sumber: inspirasibangsa.com

  Laut, jika dengar kata laut banyak yang akan terbayangkan di pikiran kita. Mulai dari keindahan pantainya, wisata bawah lautnya, sampai kekayaan yang ada di dalamnya. Kalau saya sih...pasti akan langsung terbayang makanan. Loh, kenapa?
Karena laut menyimpan berjuta makanan. Masih belum bisa menebak juga makanan apa? Biar saya kasih tahu. Berjuta-juta macam ikan yang ada di laut itu pastinya sudah akrab di lidah kita kan.., juga udang, dan banyak lagi seafood lainnya yang bisa buat perut kita merasa lapar seketika.

   Saya jadi teringat dengan salah satu pantai favorit saya. Pantai itu menjadi favorit bukan karena keindahannya. Karena sepertinya pantai itu tidak terlalu diurus oleh pemerintah setempat, jadi jika bicara indah pasti akan jauh dengan pantai-pantai wisata lainnya, Pantai Kuta misalnya. Pantai tersebut berada di wilayah pantura, dan setiap saya datang ke pantai itu saya langsung merasa lapar. Hasrat saya memaksa untuk segera memesan ikan bakar, juga cumi bakar, ditambah dengan es kelapa hijau yang segar. Nyam nyam nyam... itulah kenapa saya cinta sekali dengan pantai ini.
    Pernah sesekali di tengah suapan terakhir saya memakan ikan bakar, terlintas pikiran bahwa Indonesia itu kaya sekali ya. Semuanya lengkap disini, terutama kekayaan lautnya. Buktinya Indonesia dikenal sebagai negara maritim di dunia, yang memiliki 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Wah... pantai sepanjang itu, pasti banyak sekali tempat-tempat makan yang menyediakan seafood seperti tempat favorit saya ini.
Laut yang sangat luas dengan kekayaan laut yang melimpah. Nikmat yang sungguh tidak bisa kita abaikan begitu saja. Untungnya, pemerintahan di masa Pemerintah Presiden SBY ini, potensi kelautan dan perikanan terus dikembangkan dengan leading sektor Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dan ternyata hasilnya sangat memuaskan loh...peningkatan produksi ikan meningkat 100% lebih, dari sebelumnya pada tahun 2004 mencapai 6,1 juta ton menjadi 15,26 juta ton pada tahun 2012.
    Jika saya bersenang-senang ria memakan ikan hasil tangkapan nelayan Indonesia, pikiran saya mulai jahil bertanya apakah ikan yang  dimakan Taylor Swift di sana juga hasil tangkapan nelayan Indonesia? Dan jawabannya bisa jadi saya dan Taylor Swift makan ikan yang asalnya sama. Karena ternyata pada periode 2004-2013, pertumbuhan nilai ekspor perikanan rata-rata tumbuh 3,9 persen. Peningkatan nilai ekspor ini juga tidak lepas dari peran KKP untuk menambah nilai pengolahan ikan (add value). Berbagai jenis komoditi ikan yang menjadi unggulan antara lain udang, tuna, cakalang, tongkol dan ikan hias.

    Selain itu, ikan indonesia dipasarkan di 20 negara yang diantaranya adalah Amerika Serikat. So, mungkin saja para artis Hollywood itu memakan ikan hasil kekayaan laut Indonesia. Wah..ikan Indonesia ternyata sudah Go Internasional loh...