Hari ini satu pelajaran
berharga kembali tertulis dalam memori, sebuah pelajaran antara gerbang hidup
dan setelahnya. Banyak yang dapat direnungkan, namun terkadang orang-orang itu
hanya tertawa, menganggap semua pelajaran itu adalah hal yang amat lucu.
Sehingga tanpa sadar terkadang mereka tak lepas kendali untuk terus tertawa.
Lalu, saat mereka terus tertawa, maka sungguh, mereka akan benar-benar merugi.
Karena hidupnya akan tanpa renungan, renungan syukur dan renungan penyesalan.
Kereta-kereta kehidupan
itu terus melaju setiap paginya, menyambung hidup mereka yang tak pernah putus
asa. Bergerak dalam landasan rel-rel yang ronta. Menopang hidup mereka yang
terus bergantung padanya.
Amat banyak cerita di
kereta itu. penuh sesak dengan pemikiran mereka satu persatu. Terkadang satu,
tapi bisa juga membelah menjadi bercabang. Namun, dapat dipastikan bahwa mereka
melaju bersama. Saling bercakap satu sama lainnya layaknya manusia. Penuh
lakon.
Mereka bergantung pada
tali-tali kereta tiap paginya. Berharap akan ada tempat untuknya. Bagaikan perang yang akan berlalu, maka kereta-kereta kehidupan itupun terus melaju.